PREKURSOR GEMPA BUMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAGNET
OLEH
PATRA MESIARI TARIGAN
13. 07. 1728
![clip_image002[4] clip_image002[4]](http://lh6.ggpht.com/_IyNSAeOgwn8/TGPQbJii_UI/AAAAAAAAAKg/vx09P1P6AE4/clip_image002%5B4%5D_thumb.jpg?imgmax=800)
PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA III
JURUSAN GEOFISIKA
AKADEMI METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan salah satu daerah yang mempunyai aktivitas seismik tinggi sehingga negara kita masuk daftar sebagai negeri yang rawan terhadap gempa bumi. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Ketiga lempeng ini selalu bergerak relative satu terhadap yang lain setiap saat dengan kecepatan tertentu tiap tahunnya. Pergerakan lempeng ini menyebabkan tumbuhnya stress pada batuan. Batuan yang terus menerus mendapat stress lama-lama akan patah hal ini terjadi apabila batas kemampuan batuan untuk menahan stress telah terlampaui. Patahan inilah yang nantinya akan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gempa bumi. Dan patahan ini menyebabkan material-material dalam batuan mengalami perubahan, misalnya adanya anomali medan magnet, gravitasi, kandungan air, dan sifat radio aktif. Sampai saat ini belum ada yang dapat memprediksi kapan gempa bumi itu terjadi hal ini disebabkan karena gempa bumi berlangsung secara tiba-tiba sehingga tidak memberikan kesempatan untuk mengeluarkan sebuah peringatan. Karena tidak adanya peringatan ini sering kali gempa bumi menyebabkan kerusakan bangunan, ratusan bahkan ribuan korban jiwa, dapat memicu terjadinya gelombang tsunami,dsb. Oleh karena itu, perlu memantau gejala atau tanda sebelum terjadinya gempa ( precursor gempa). Hal ini dapat dilakukan dengan melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada material batuan sesaat gempa terjadi. Dari beberapa anomaly di atas kita dapat menggunakan metode magnet untuk study precursor gempa.